Apakah Ibu Hamil Boleh Diet?
Apakah Ibu Hamil Boleh Diet?
Wanita yang sedang hamil pada umumnya akan mengalami
kenaikan berat badan yang signifikan. Berat badan pada Ibu hamil tersebut
dikarenakan kehadiran janin yang ada di dalam tubuh yang semakin lama semakin
tumbuh dan berkembang, selain itu kenaikan berat badan pada Ibu hamil juga
disebabkan oleh asupan konsumsi makanan yang meningkat.
Sebagian besar Ibu hamil akan mengkonsumsi makanan yang lebih banyak dari biasanya. Hal ini dapat terjadi karena sang Ibu ingin mencukupi kebutuhan nutrisi untuk janin didalam kandungannya. Meskipun sebagian ada pula Ibu hamil yang mengalami penurunan nafsu makan, namun kenaikan nafsu makan pada Ibu hamil pun terkadang banyak pula yang terjadi.
Saat sedang hamil, sangat penting untuk menjaga asupan makanan dan pola makan yang baik. Sebaiknya Ibu hamil lebih memperhatikankan makanan yang dikonsumsinya. Karena nutrisi yang dibutuhkan bukan hanya untuk dirinya sendiri saja, namun bagi Ibu janin dalam kandungannya pula. Akibat banyaknya kebutuhan nutrisi yang harus dipenuhi membuat Ibu hamil banyak mengkonsumsi makanan, bahkan menambah porsi makannya lebih banyak dari biasanya. Dengan keadaan demikian menyebabkan kenaikan berat badan pada Ibu hamil.
Sebagian besar Ibu hamil akan mengkonsumsi makanan yang lebih banyak dari biasanya. Hal ini dapat terjadi karena sang Ibu ingin mencukupi kebutuhan nutrisi untuk janin didalam kandungannya. Meskipun sebagian ada pula Ibu hamil yang mengalami penurunan nafsu makan, namun kenaikan nafsu makan pada Ibu hamil pun terkadang banyak pula yang terjadi.
Saat sedang hamil, sangat penting untuk menjaga asupan makanan dan pola makan yang baik. Sebaiknya Ibu hamil lebih memperhatikankan makanan yang dikonsumsinya. Karena nutrisi yang dibutuhkan bukan hanya untuk dirinya sendiri saja, namun bagi Ibu janin dalam kandungannya pula. Akibat banyaknya kebutuhan nutrisi yang harus dipenuhi membuat Ibu hamil banyak mengkonsumsi makanan, bahkan menambah porsi makannya lebih banyak dari biasanya. Dengan keadaan demikian menyebabkan kenaikan berat badan pada Ibu hamil.
Sebaiknya Ibu hamil mulai memperhatikan berat badanya,
karena bila terbilang terlalu gemuk maka hal tersebut akan membahayakan
kehamilannya. Selain itu, Ibu hamil dapat beresiko terserang diabetes maupun
hipertensi yang tentunya akan membahayakan janin pula karena menyebabkan tidak
berfungsinya plasenta dalam menyalurkan oksigen akibat penumpukan lemak.
Hal itulah yang menyebabkan banyak wanita hamil menjadi takut bila kelebihan berat badan. Rasa risau pun terkadang muncul pada wanita hamil apabila nantinya setelah melahirkan tubuhnya justru akan menjadi lebih gemuk dari sebelum ia mengandung. Lantas, bolehkah Ibu hamil melakukan diet?
Hal itulah yang menyebabkan banyak wanita hamil menjadi takut bila kelebihan berat badan. Rasa risau pun terkadang muncul pada wanita hamil apabila nantinya setelah melahirkan tubuhnya justru akan menjadi lebih gemuk dari sebelum ia mengandung. Lantas, bolehkah Ibu hamil melakukan diet?
Menurut Dr Hemant Brahme
yang merupakan seorang dokter kandungan dari Mumbai, India menuturkan bahwa
salah satu hal berbahaya yang mungkin ditimbulkan saat diet adalah kekurangan
gizi, ketidaksempurnaan perkembangan janin dan bayi yang kekurangan berat
badan.
Meskipun memang tidak dapat dipungkiri bahwa kehamilan pasti akan berbanding lurus dengan kenaikan berat badan yang dikarenakan penambahan berat badan pada janin dalam kandungan.
Meskipun memang tidak dapat dipungkiri bahwa kehamilan pasti akan berbanding lurus dengan kenaikan berat badan yang dikarenakan penambahan berat badan pada janin dalam kandungan.
Selain itu, menurut Dr Kiran Ceolho yang merupakan seorang
dokter kandungan pula menyatakan bahwa saat hamil tubuh perempuan akan meningkat
sekitar 7-15 kg dalam rentang waktu 20-36 minggu masa kehamilan dan hal ini
merupakan hal yang normal.
Selama trimester pertama, kenaikan total berat badan yang sehat yaitu 1-2 kg saja. Pada masa ini belum banyak perkembangan janin dan perubahan tubuh pada Ibu hamil seperti perut yang mulai membuncit pun belum terlalu nampak. Tidak jarang pula ibu hamil yang justru mengalami penurunan berat badan saat trimester pertama.
Hal ini disebabkan karena morning sickness yang kerap kali timbul yang menyebabkan gejala mual bahkan muntah dan kehilangan nafsu makan. Kemudian pada usia kehamilan trimester kedua berat badan akan kembali stabil dan akan kembali meningkat pada masa trimester ketiga, namun hanya sekitar 0,5 kg setiap minggunya hingga sampai minggu ke 36.
Hingga saat melahirkan tiba, berat badan Ibu hamil akan tetap konstan. Jika peningkatan berat badan yang terjadi pada tubuh kamu adalah sesuai dengan saran dokter, maka kamu tidak perlu khawatir dengan berat badan kamu.
Selama trimester pertama, kenaikan total berat badan yang sehat yaitu 1-2 kg saja. Pada masa ini belum banyak perkembangan janin dan perubahan tubuh pada Ibu hamil seperti perut yang mulai membuncit pun belum terlalu nampak. Tidak jarang pula ibu hamil yang justru mengalami penurunan berat badan saat trimester pertama.
Hal ini disebabkan karena morning sickness yang kerap kali timbul yang menyebabkan gejala mual bahkan muntah dan kehilangan nafsu makan. Kemudian pada usia kehamilan trimester kedua berat badan akan kembali stabil dan akan kembali meningkat pada masa trimester ketiga, namun hanya sekitar 0,5 kg setiap minggunya hingga sampai minggu ke 36.
Hingga saat melahirkan tiba, berat badan Ibu hamil akan tetap konstan. Jika peningkatan berat badan yang terjadi pada tubuh kamu adalah sesuai dengan saran dokter, maka kamu tidak perlu khawatir dengan berat badan kamu.
Meskipun diet saat masa kehamilan tidak dianjurkan untuk
dilakukan, kamu tetap harus memperhatikan kenaikan berat badan kamu selama masa
kehamilan. Para peneliti mengungkapkan bahwa berat badan yang berlebih saat
masa kehamilan dikaitkan dengan resiko melahirkan melalui jalur operasi Caesar.
Selain itu kenaikan badan yang berlebih pada Ibu hamil pun rentan mengalami diabetes kehamilan dan kecenderungan yang lebih tinggi untuk terjadinya obesitas pasca melahirkan. Meskipun pada dasarkan wanita yang sedang mengandung memang membutuhkan banyak nutrisi dari asupan makanan yang dikonsumsinya untuk menunjang pertumbuhan janin.
Namun, Ibu hamil tidak perlu memiliki pemikiran makanan untuk berdua. Seringkali Ibu hamil memiliki pemikiran bahwa makanan yang dikonsumsinya adalah untuk dirinya sendiri dan juga janin didalam kandungannya. Sehingga memicu para wanita hamil untuk menambah porsi makannya. Sejatinya hal tersebut tidak perlu dilakukan.
Selain itu kenaikan badan yang berlebih pada Ibu hamil pun rentan mengalami diabetes kehamilan dan kecenderungan yang lebih tinggi untuk terjadinya obesitas pasca melahirkan. Meskipun pada dasarkan wanita yang sedang mengandung memang membutuhkan banyak nutrisi dari asupan makanan yang dikonsumsinya untuk menunjang pertumbuhan janin.
Namun, Ibu hamil tidak perlu memiliki pemikiran makanan untuk berdua. Seringkali Ibu hamil memiliki pemikiran bahwa makanan yang dikonsumsinya adalah untuk dirinya sendiri dan juga janin didalam kandungannya. Sehingga memicu para wanita hamil untuk menambah porsi makannya. Sejatinya hal tersebut tidak perlu dilakukan.
Hal yang perlu kamu lakukan yaitu menjaga pola makan kamu
agar makanan yang dikonsumsi adalah makanan yang sehat dan seimbang. Asupan
nutrisi dan gizi harus cukup untuk kebutuhan Ibu hamil dan juga untuk janin.
Mengatur pola makan serta asupan makanan dapat dilakukan dengan membuat daftar
susunan makanan serta daftar gizi yang dibutuhkan selama masa kehamilan.
Sejatinya hal yang perlu dihindari oleh Ibu hamil adalah makanan yang manis dan berlemak. Dua jenis makanan tersebut memang dipercaya dapat menimbulkan obesitas, bahkan pada orang normal sekalipun. Sebaiknya Ibu hamil menghindari makanan tersebut, lebih baik memilih makanan yang kaya akan serat.
Makanan berserat selain akan membantu melancarkan pencernaan dapat pula mengurangi penumpukan lemak didalam tubuh. Sejatinya Ibu hamil tidak perlu melakukan diet saat masa kehamilan, karena hal tersebut memang sangat beresiko untuk dilakukan.
Ibu hamil dapat menurunkan berat badannya pasca melahirkan, yaitu di minggu pertama setelah melahirkan. Hal ini lebih baik dilakukan dari pada melakukan diet saat masa kehamilan
Namun jika anda ingin menjaga tubuh agar tetap cantik meskipun dalam kondisi hamil, ibu-ibu harus tetap mengkonsumsi beberapa asupan gizi yang dibutuhkan oleh ibu hamil. Kami sarankan untuk berkonsultasi dengan dokter kehamilan terlebih dahulu sebelum melakukan diet pada saat hamil.
Baca Juga : Kenapa Mual Saat Hamil??
Sejatinya hal yang perlu dihindari oleh Ibu hamil adalah makanan yang manis dan berlemak. Dua jenis makanan tersebut memang dipercaya dapat menimbulkan obesitas, bahkan pada orang normal sekalipun. Sebaiknya Ibu hamil menghindari makanan tersebut, lebih baik memilih makanan yang kaya akan serat.
Makanan berserat selain akan membantu melancarkan pencernaan dapat pula mengurangi penumpukan lemak didalam tubuh. Sejatinya Ibu hamil tidak perlu melakukan diet saat masa kehamilan, karena hal tersebut memang sangat beresiko untuk dilakukan.
Baca Juga : 10 Tips Diet Untuk Ibu Hamil
Ibu hamil dapat menurunkan berat badannya pasca melahirkan, yaitu di minggu pertama setelah melahirkan. Hal ini lebih baik dilakukan dari pada melakukan diet saat masa kehamilan
Namun jika anda ingin menjaga tubuh agar tetap cantik meskipun dalam kondisi hamil, ibu-ibu harus tetap mengkonsumsi beberapa asupan gizi yang dibutuhkan oleh ibu hamil. Kami sarankan untuk berkonsultasi dengan dokter kehamilan terlebih dahulu sebelum melakukan diet pada saat hamil.


No comments for "Apakah Ibu Hamil Boleh Diet?"
Post a Comment